Dian - Mahardika

Kamis, 20 Oktober 2011

Sejarah Internet

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Rabu, 12 Oktober 2011

Lopis RaksasaMeriahkan Tradisi Syawalan di Pekalongan

indosiar.com, Pekalongan - Tradisi syawalan berlangsung meriah di Pekalongan, Jawa Tengah. Puncak acara syawalan di Pekalongan yang berlangsung setiap tanggal 7 syawal atau sepekan setelah lebaran ditandai dengan pemotongan lopis raksasa.

Bagi masyarakat Pekalongan, Jawa Tengah, Hari Raya Idul Fitri rasanya belum lengkap jika tidak melaksanakan tradisi syawalan sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Masyarakat di kota penghasil batik ini juga sering menyebut tradisi syawalan dengan istilah Krapyakan karena kegiatan dipusatkan di Kelurahan Krapyak kota Pekolangan. Perayaan syawalan selalu dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Pekalongan.

Biasanya para pengunjung sudah berdatangan sejak pagi hari untuk bersilaturahmi dengan saudara maupun teman. Di acara syawalan ini pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman gratis yang disediakan warga setempat.

Selain untuk tersilaturahmi, kedatangan warga ke perayaan syawalan tidak lain juga untuk menyaksikan pemotongan kue lopis ukuran raksasa yang memiliki berat 396 kilogram dengan tinggi 160 centimeter serta lebar diameter mencapai 192 centimeter.

Kue yang menjadi simbol syawalan ini dibuat dengan bahan 2 kwintal beras ketan yang direbus dengan dandang raksasa selama tiga hari tiga malam. Pembuatan lopis ini menelan biaya sebesar 3,5 juta rupiah yang dihimpun dari para donatur dan iyuran warga.

Membuat kue lopis raksasa setiap perayaan syawalan merupakan tradisi turun temurun warga Krapyak sejak tahun 1936. Ritual ini pertama kali dicetuskan oleh para ulama setempat dalam rangka siar Islam, sekaligus sebagai wujud perhatian warga yang kurang mampu.

Setelah dilakukan doa bersama yang dipimpin ulama setempat, kue lopis raksasa ini menjadi rebutan para pengunjung. Menurut kepercayaan, kue lopis ini dipercaya bisa mendatangkan berkah serta mendekatkan jodoh bagi pengunjung yang masih lajang.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger